Pulau Galang, pulau paling angker di Indonesia

Pulau Galang terletak di wilayah pemerintahan kota Batam, provinsi Kepulayan Riau, Indonesia. Pulau ini pernah menjadi pusat perhatian dunia setelah menjadi tempat pengungsian Vietnam secara besar-besaran pada tahun 1979-1996. Kini pulau ini sangat terkenal dengan keangkerannya dan sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistis atau horror.  

Pulau Galang, pulau paling angker di Indonesia



Pulau Galang adalah satu dari tiga pulau yang disebut Barelang yaitu singkatan dari Batam-Rempang-Galang di Kep. Riau. Sekitar tahun 1970an, UNHCR dan Pemerintah Indonesia membangun beberapa fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup para pengungsi yang berjumlah lebih dari 250.000 jiwa.  

Beberapa pengungsi yang beruntung akan melanjutkan perjalanannya ke Australia, Amerika Serikat, atau Kanada untuk memulai kehidupan baru di sana. Tidak semua pengungsi beruntung, karena banyak juga orang-orang Vietnam yang dirampok, dibunuh, diperkosa tidak laam setelah mereka tiba di pulau ini. Sementara yang lainnya tewas karena penyakit atau bunuh diri. 

Aura mistis dan kesan angker masih menyelimuti pulau ini hingga sekarang. Banyak warga setempat yang yakin bahwa hal ini disebabkan oleh roh-roh para pengungsi yang telah meninggal. 

Bahkan penduduk yang tinggal di pulau lain yang dekat dengan Pulau Galang merasa enggan mendekati pulau ini jika hari telah gelap. Ketika matahari tenggelam, banyak di antara mereka yang kerap melihat penampakan orang-orang yang melambaikan tangan di pinggiran pantai seolah meminta tumpangan.  

Sejarah Pulau Galang

Pada awalnya, pulau ini tidak berpenghuni, sampai akhirnya orang-orang Vietnam datang dan memenuhinya di tahun 1970an. Para pengungsi ini datang untuk menyelamatkan diri oleh karena konflik yang sedang terjadi di negara mereka. 

Untuk menuju pulau ini, para pengungi yang jumlahnya ratusan ribu orang itu datang dengan menggunakan perahu-perahu kecil dan berdesak-desakkan. Berbulan-bulan lamanya mereka terombang-ambing di Laut Cina Selatan sebelum akhirnya sampai di Pulau Galang. 

pengungsi

Meski telah selamat dari negaranya, namun di pulau ini para pengungsi tak lantas mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Mereka terlunta-lunta sampai akhirnya PBB melalui UNHCR membantu mereka dengan mendirikan beberapa bangunan. 

Mungkin karena depresi, sedih meninggalkan keluarga, atau semacamnya, mereka hidup bak orang-orang mati. Sebagian dari mereka bahkan berperilaku sangat beringas. Cukup menakutkan sampai-sampai dibuatkan bangunan penjara khusus untuk orang-orang dengan perilaku buruk tersebut. Penderitaan mereka kian bertambah setelah sebagian besar dari para pengungsi ini mengalami wabah yang bernama Vietnam Rose atau sejenis penyakit kelamin khusus. 

Jika berkunjung ke Pulau Galang, anda akan mendapati banyak batu-batu nisan dan monumen bertuliskan nama-nama para pengungsi yang meniggal di sana. Bahkan salah satu monumen bertuliskan nama Tinh Nham Laoi, sosok perempuan yang menjadi saksi betapa kejamnya kehidupan di tempat itu. 

kuburan di pulau galang

Tinh Nham Laoi adalah seorang perempuan muda yang mati bunuh diri setelah mengalami perkosaan secara brutal. Konon, arwah Tinh Nham sering menampakan dirinya di sekitar Pulau Galang, dan menurut cerita, Tih Nham ini tak suka pada pengunjung yang sompral, macam-macam dan bertingkah aneh. 

Saking menakutnya, Pulau Galang sampai tidak berpenghuni  meski orang-orang Vietnam telah lama meninggalkan pulau ini kembali ke negaranya setelah keadaan telah aman. Masyarakat sekitar tampakya masih ogah-ogahan karena aura mistisnya cukup mencekam.

Meski begitu, Pulau Galang ini tetap bisa dikunjungi terutama bagi yang senang dengan wisata misteri. 

Powered by Blogger.