Kisah tragis Ratu yang meninggal oleh peraturannya sendiri

Sunandha Kumariratana adalah seorang Ratu Siam (kini Thailand) yang merupakan permaisuri Raja Chulalongkom yang dikenal dengan julukan Rama V. Sang ratu yang juga putri dari Raja Mangkut dari Siam (Rama IV) dengan Putri Permaisuri Piam ini justru mengalami nasib naas. Ia meninggal oleh sebab peraturan yang dibuatnya sendiri, tragisnya peristiwa itu justru disaksikan oleh para penjaganya. 

Sunandha Kumariratana



Perisitiwa tragis tersebut terjadi pada 31 Mei 1880. Sang Ratu yang saat itu tengah hamil bersama dengan anak perempuannya sedang dalam perjalanan menggunakan kapal kerajaan menuju Bang Pa-In Royal Palace. Dalam perjalanannya itu, mereka dikawal oleh beberapa kapal penjaga. 

Namun di tengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya terbalik yang menyebabkan sang ratu beserta putrinya jatuh ke dalam sungai. Hal tersebut tentu sangat membuat panik para penjaganya. Akan tetapi, mereka tidak bisa menolong sang ratu, bukan karena mereka tidak bisa berenang namun karena adanya peraturan yang dibuat oleh sang ratu itu sendiri. 

Isi peraturan tersebut adalah: "Bahwa tidak ada siapapun yang boleh menyentuh seorang ratu dan anggota kerajaan lainnnya. Apabila melanggar, maka hukumannya adalah hukuman mati!" 

Karena itu pula, para penjaga tak berani menyelamatkan sang ratu karena takut melanggar peraturan tersebut. Mereka bahkan diinstruksikan untuk tidak melakukan apa-apa oleh penjaga di kapal lain yang turut menyaksikan peristiwa tersebut. Alhasil para penjaga hanya bisa menonton detik-detik kematian  sang ratu dan anaknya itu di depan mata mereka. 

Setelah peristiwa tragis tersebut, Raja Chulalongkom kemudian menghapus peraturan tersebut, dan sebagai wujud berkabung sang raja kemudian membangunkan sebuah monumen marmer  yang ditujukan untuk mendiang istri dan puteriya di dalam komplek istana Bang Pa-In. Adapun abu Ratu Sunandha dan putrinya disimpan di Sunandha Nusavarya di komplek makam kerajaan di Wat Ratchabophit.

Powered by Blogger.