19 September 2017

Tujuh Upaya Pembunuhan Terhadap Presiden Sukarno

Selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pertama, Sukarno atau lebih akrab disebut Bung Karno pernah mengalami percobaan pembunuhan hingga 7 (tujuh) kali. Seolah dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, semua usaha-usaha untuk membunuhnya tersebut tidak ada satu pun yang berhasil. Apakah ada keterlibatan CIA di dalamya? Mari kita simak Tujuh Upaya Pembunuhan Terhadap Presiden Sukarno berikut ini. 

Tujuh Upaya Pembunuhan Terhadap Presiden Sukarno




1. Dilempar granat di Cikini

Peristiwa pelemparan granat terjadi pada 30 November 1957 di Sekolah Perguruan Cikini (Percik). Saat itu Presiden Sukarno sedang menghadiri peringatan hari lahir sekolah tersebut yang ke-15, kebetulan juga Guntur Soekarno dan Megawati memang bersekolah di sini. 

Lemparan granat terjadi saat presiden dan rombongan akan meninggalkan sekolahan tersebut. Ada sekitar tiga buah granat dilemparkan ke arah Presiden Sukarno, namun berkat kesigapan para pengawalnya, Presiden Sukarno bisa diselamatkan. Namun dalam peristiwa tersebut, sembilan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat ledakan granat tersebut. 

Tidak berapa lama, aparat keamanan berhasil menangkap tiga pelaku pelemparan granat tersebut yang adalah para pendukung gerakan DI/TII.

2. Ditembaki MIG yang dipiloti Daniel Maukar

Siang hari 9 Maret 1960, sebuah pesawat tempur jenis MIG-17 yang dipiloti oleh Daniel Maukar meraung-raung di atas Istana Kepresidenan di Jakarta. Saat pesawat itu berada tepat di atas gedung Istana Presiden, tiba-tiba menembakan senjata kanon 23 mm. 


Kanon yang ditembakan Maukar itu segera menghantam pilar yang salah satunya jatuh tidak jauh dari meja kerja Presiden Sukarno. Untunglah, karena saat itu Bung Karno sedang berada di ruangan lain yang letaknya di gedung sebelah Istana Presiden dan tengah memimpin rapat. 

Daniel Maukar adalah seorang perwira TNI AU dengan pangkat Letnan AU yang telah dipengaruhi oleh PERMESTA. Atas aksinya itu, Maukar harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di dalam sel tahanan selama delapan tahun.

3. Dicegat pemberontak di Jembatan Rajamandala 

Suatu hari di bulan April 1960, saat Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Kruschev berkunjung ke Indonesia. Presiden Sukarno mendampingingnya saat Kruschev akan mengunjungi Bandung, Yogya, dan Bali. 

Dalam perjalanan ke Jawa Barat, pada waktu rombongan presiden dan tamu negara melintasi Jembatan Rajamandala di Cianjur, bermunculan sekelompok anggota DI / TII yang langsung menghadang rombongan. Beruntung pasukan pengawal presiden Tjakrabirawa dengan sigap berhasil meloloskan kedua pemimpin besar dunia tersebut. 


4. Dilempar granat di  Makassar

Presiden Sukarno tengah berada di Makassar pada 7 Januari 1962 untuk menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Saat melewati Jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat tapi meleset, jatuh mengenai mobil lain.

Presiden Sukarno dan rombongan selamat. Pelaku, yang belakangan diketahui adalah Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya, divonis hukuman mati.

5. Ditembak saat sedang shalat Idul Adha

Upaya pembunuhan terhadap Sukarno juga terjadi pada waktu presiden melaksanakan shalat Idul Adha di halaman Istana Komplek Kepresidenan. 

Peristiwa tersebut terjadi pada 14 Mei 1962, salah seorang kiai pemimpin pondok pesantren di Bogor yang bernama H. Moch Bachrum secara tiba-tiba mengasongkan pistol dan menembak Bung Karno dari jarak dekat. 

Namun tembakan tersebut meleset dan malah mengenai Ketua DPR KH Zainul Arifin yang saat itu menjadi iman shalat Idul Adha. Atas peristiwa tersebut, pengadilan menjatuhkan hukuman mati, namun menjelang eksekusi matinya, Bung Karno tidak tega dan justru memberikan grasi atau pengurangan hukuman. 

6. Ditembak mortir oleh Kahar Muzakar 

Dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi sekitar tahun 1960-an, sebuah peluru mortir ditembakkan ke arah iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan Presiden Sukarno dan para pejabat yang sedang keluar dari Lapangan Terbang Mandai. 

Beruntung, peluuru tersebut meleset jauh dari kendaraan yang ditumpangi Bung Karno. Belakangan kemudian diketahui bahwa pelaku penembakan dengan mortir itu adalah anggota DI/TII pimpinan Kahar Muzakar. 

7. Dilempar granat di Cimanggis 

Suaru hari di bulan Desember 1964 rombongan kendaraan Presiden Sukarno berangkat dari Bogor menuju Jakarta. Saat rombongan melintas daerah Cimanggis, iring-iringan kendaraan melaju dengan perlahan. Saat itulah dengan tiba-tiba seorang pemuda tak dikenal melemparkan sebuah granat ke arah iring-iringan kendaraan presiden tersebut. Untungnya granat tersebut meledak di luar jarak kendaraan sang presiden. 

Komentar: 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post