10 August 2017

Mengintip Koleksi Sejarah di Museum Perjuangan Bogor

Museum Perjuangan yang berdiri di pusat keramaian Kota Bogor ini menyimpan berbagai macam benda-benda dan artefak peninggalan sejarah di masa perjuangan kemerdekaan dahulu. Di dalamnya pula kita bisa menjadi saksi perjuangan para tentara dan lasykar sewaktu mempertahankan Bogor dari cengkeraman penjajah melalui beberapa diorama perjuangan.

museum perjuangan bogor



Lokasi bangunan ini pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda berada di daerah Tjikeumeuh atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Jalan Merdeka. Museum Perjuangan Bogor didirikan berdasarkan hasil pertemuan para tokoh pejuang dari Karesiden Bogor yang berasal dari kota dan kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Depok.

Pengfungsian bangunan ini menjadi Museum itu sendiri diprakarsai oleh Major Ishak Djuarsah PEKUMIL Daerah Res. Inf.8 Suryakencana Divisi III Siliwangi dan diresmikan pada 10 November 1957. Pendirian Museum ini ditujukan untuk mewariskan semangat dan jiwa perjuangan serta nilai-nilai 45 kepada generasi sekarang dan yang akan datang.

Sebelum digunakan menjadi Museum Perjuangan Bogor, bangunan ini sebelumnya adalah sebuah bangunan gudang milik pengusaha Belanda yang bernama Wilhelm Gustaf Wissner yang dibangun tahun 1879. Pada awalnya, gudang ini menjadi tempat penampungan komoditas pertanian sebelum dikirim ke negara-negara Eropa.

Pada masa pergerakan, gedung ini kemudian dimanfaatkan oleh PARINDRA pada tahun 1935 dengan nama Gedung Persaudaraan. Pada saat itu, bangunan ini kerap digunakan sebagai tempat kegiatan para pemuda di bawah panji-panji kepanduan Indonesia yaitu Pandu Suryawirawan.

Di masa pendudukan Jepang tahun 1942, bangunan ini kemudian digunakan oleh militer Jepang sebagai tempat penyimpanan barang-barang milik interniran Belanda yang ditawan di kamp-kamp interniran seperti di Kedung Badak, Sempur, Kotaparis, dan sebagainya.

Menjelang kemerdekaan 1945, bangunan ini juga pernah digunakan para pemuda dan organisasi pergerakan untuk menyambut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dari rentang waktu antara 1945 s/d 1950, gedung ini juga digunakan oleh KNI Karesidenan Bogor, Gelora Rakyat, Dewan Pertahanan Karesidenan Bogor, Call Sign RRI Perjuangan Karesidenan Bogor, GABSI Cabang Bogor,dan Kantor Pemerintahan Sementara untuk Kabupaten Bogor.

Namun sejak tahun 1952 s/d 1958, bangunan ini kemudian dimiliki dan digunakan sebagai tempat tinggal ole Umar Bin Usman Albawahab. Barulah pada tanggal 20 Mei 1958, bangunan ini dihibahkan untuk digunakan menjadi Museum Perjuangan.

Jika masuk ke dalam museum ini, anda akan mendapati banyak koleksi museum yang terdiri dari benda-benda peninggalan masa penjajahan Belanda dan Jepang seperti senjata rampasan, koleksi mata uang, foto Bogor Tempo Doeloe, dan dilengkapi pula denan diorama-diorama yang menggambarkan suasana pertempuran yang pernah terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Selain itu, di sini juga akan anda temukan berbagai koleksi pakaian milik para pejuang yang sebagian di antaranya bahkan masih memiliki noda darah yang asli!.

Untuk mengundang minat anda mengunjungi Museum Perjuangan Bogor, kami sajikan beberapa foto-foto dari museum tersebut:

Pintu masuk ke Museum Perjuangan Bogor




Koleksi Senjata dan Helm prajurit






Diorama pertempuran Bojongkokosan 





Diorama pertempuran di Maseng, 1945






Diorama pertempuran di Kota Paris, 1945



Diorama pertempuran yang melibatkan Kapten Muslihat di sekitar pintu kereta Stasiun Bogor ( dahulu bernama jalan banten / bantammerweg)




Diorama Pertempuran Cemplang 1945





Lukisan Kapten Muslihat Pahlawan Bogor






Jadi tunggu apa lagi, segera ajak anak, keluarga, rekan atau bahkan komunitas anda untuk datang berkunjung ke Museum Perjuangan Bogor agar bisa mengenal para pejuang asal Bogor yang telah berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan dan untuk memupuk kecintaan akan kota ini.

Museum Perjuangan beralamat di:





Semoga bermanfaat