15 July 2017

Mae Nak: Hantu Perempuan Cantik dari Thailand

Kisah tentang hantu perempuan cantik yang gentayangan tidak hanya bisa dijumpai di Indonesia saja, bahkan di Thailand pun ada cerita tentang sosok yang mengerikan tersebut, salah satunya adalah Mae Nak Phra Khanong. Kisah ini bercerita tentang sosok wanita muda cantik bernama Nak dan cinta abadi suaminya, Mak.

Mae Nak: Hantu Perempuan Cantik dari Thailand




Mae Nak Phra Khanong adalah bahasa Thailand (แม่นากพระโขนง) yang artinya Lady Nak dari Phra Khanong (sebuah distrik di Thailand). Sosok tersebut dikenal sebagai hantu wanita yang kisahnya telah menjadi urban legend.

Ceritanya adalah tentang seorang wanita cantik yang bernama Nak yang tinggal di sebuah rumah sederhana di pinggiran Sungai Phra Khanong bersama sang suami bernama, Mak.

Ketika Nak sedang mengandung, sang suami diwajibkan untuk ikut berperang. Dalam perang tersebut suaminya terluka parah sampai kemudian dirawat di Bangkok. Semen

Sewaktu Nak tengah hamil tua, suaminya Mak diwajibkan untuk ikut berperang. Dalam perang tersebut sang suami terluka parah hingga kemudian dirawat di Bangkok. Pada waktu yang bersamaan, Nak yang ditinggalkan sendirian akhirnya meninggal dunia saat akan melahirkan.

Pada satu hari, Mak sang suami pulang kembali ke rumahnya dan mendapati sang istri dan anaknya telah menunggunya di rumah. Namun tetangga Mak berusaha untuk memberitahu bahwa istrinya sudah meninggal dan perempuan itu adalah hantunya.

Sampai pada suatu hari ketika Nak sedang memasak sayuran, tak sengaja ia menjatuhkan kapur di teras. Karena tergesa-gesa, Nak mengambil benda tersebut menggunakan tangannya yang terjulur sangat panjang. Mak kebetulan melihat kejadian tersebut dan baru sadar bahwa istri yang dicintainya itu ternyata sudah menjadi hantu.

Merasa ketakutan, Mak berusaha untuk melarikan diri tanpa diketahui sang istri. Hingga pada suatu malam, Mak berkata pada istrinya bahsa ia ingin buang air kecil di sungai. Kesempatan itu pun ia gunakan untuk kabur melintasi gelapnya malam.

Mengetahui sang suami telah kabur, Nak pun segera mencarinya. Mak bersembunyi di balik pohon blumea/Nat (Blumea balsamifera). Menurut mitos setempat, para hantu takut akan daun blumea yang lengket. Mak pun berhasil mengecoh hantu Nak, dan segar lari ke Kuil Wat Mahabut yang konon tidak dapat dimasuki oleh hantu.

Sedih karena ditinggalkan sang suami yang dicintainya, Nak pun meneror penduduk di Desa Phra Khanong, ia marah pada mereka karena telah menyebabkan Mak lari meninggalkannya. Namun hantu Nak berhasil ditangkap oleh seorang pengusir setan yang kemudian memasukkannya ke dalam toples tanah liat, lalu membuangnya ke dalam sungai.

Ada dua versi dari kelanjutan cerita tersebut. Satu cerita menyebutkan bahwa ada pasagan tua yang baru datang ke Phra Khanong lalu menemukan toples itu saat memancing dan membukanya. Sedangkan versi lain menyebutkan bahwa toples itu ditemukan oleh nelayan. Arwah Nak pun terbebas setelah toples tersebut dibuka oleh mereka.

Setelah bebas, Nak kembali melakukan aksi terornya, sampai kemudian berhasil ditaklukan oleh seorang bikkhu yang hebat. Agar tidak diganggu kembali oleh hantu Nak, penduduk setempat kemudian membangun sebuah kuil persembahan untuk Nak.

[caption id="attachment_217" align="aligncenter" width="800"]Kuil persembahan untuk Nak[/caption]

[caption id="attachment_218" align="aligncenter" width="794"]Lukisan wajah Nak Lukisan wajah Nak[/caption]