24 July 2017

Kisah sunyi keberadaan Cut Nyak Dien di Kota Bogor

Bagi masyarakat Kota Bogor, Jalan Ardio yang terletak di Kelurahan Cibogor, Bogor Tengah adalah jalan sempit yang banyak ditempati para pedagang kaki lima di bagian depannya (dekat pintu kereta Psr Anyar). Tapi siapa sangka kalau jalan yang dahulu terkenal dengan jembatan pelengkungnya itu menyimpan cerita sejarah yang kebanyakan orang belum mengetahuinya. Ya, Daerah ini dulu pernah menjadi saksi perjalanan Pahlawan Wanita dari Aceh yaitu Cut Nyak Dien selama masa pembuangan oleh Belanda.

 Cut Nyak Dien di Kota Bogor




Wikipedia menyebutkan saat Cut Nyak Dien usia tua, beliau memiliki penyakit encok dan rabun, hingga akhirnya tertangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh. Namun, keberadaannya di Banda Aceh justru menambah semangat perlawanan rakyat Aceh. Ia masih berhubungan dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap. Akibatnya, Cut Nyak Dien dibuang ke Sumedang. Disinilah cerita sejarah keberadaan Cut Nyak Dien di Bogor dimulai, sebagaimana dipaparkan tokoh sejarah Bogor Eman Sulaeman.


Sebelum dibuang ke Sumedang, Cut Nyak Dien sempat singgah terlebih dahulu di Bogor sekitar tahun 1900-an. Di jalan Ardio pula, sosok perempuan pejuang tangguh sempat mengajar ngaji di salah satu tempat yang ada di Jalan Ardio, tepatnya di Gang 3 yang posisinya rumah ke tiga di sebelah kanan jika masuk menelusuri jalanan di Gang tersebut.



Keberadaannya di Gang tersebut tidak terlalu lama, karena kemudian Cut Nyak Dien kembali dibawa ke Sumedang dan meninggal dunia pada tanggal 6 November 1908 lalu dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang, Jawa Barat.

Salah seorang budayawan yang juga ahli sejarah Bogor, Eman Sulaeman mengungkapkan bahwa cerita mengenai keberadaan Cut Nyak Dien di Kota Bogor tidak tercatat dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam sejarah Bogor.

Sejak masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, Kota Bogor memang kerap menjadi tempat buangan para pahlawan yang berani menentang Belanda. Selain Cut Nyak Dien, kota ini juga pernah menjadi tempat pengasingan Raja Bone dan Raja dari Banten.

Jalan Ardio adalah jalan yang terletak berdampingan dengan jalur kereta commuter line jurusan Bogor-Jakarta. Luas jalan ini tidak begitu lebar, kurang lebih sekitar 4 meteran. Di sisi jalan ini masih banyak rumah-rumah dengan arsitektur tempo doeloe. Sayangnya, keberadaan cerita tentang Cut Nyak Dien ini tidak diketahui oleh sebagian besar masyarakat Bogor.

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=UynZMtLEgMA]

Source:
kotahujan.com
www. youtube.com/watch?v=UynZMtLEgMA