26 September 2016

Toponomi Bogor: Lebak Kantin

Jika kita mengkaji sejarah, akan ditemukan bahwa kampung Lebak Kantin sudah ada sejak jaman dahulu. Bahkan daerah itu sudah ada sejak zaman laskar Bahureksa yang membantu laskar Mataram untuk menyerang Batavia pimpinan Sultan Agung.
 
Pada masa Yacob Mosell lahan Kebun Raya luasnya sampai daerah Lebak Kantin. Menurut para sesepuh Lebak Kantin, pada waktu-waktu tertentu di daerah Lebak Kantin Tonggoh (atas) "jika kawenehan" sering muncul harimau "kajajaden". Harimau itu akan turun tepat di daerah Sempur lalu menghilang entah kemana. Kejadian tersebut sering terjadi ketika daerah Sempur tonggoh masih berupa tanah alang-alang.
 
Kampung Lebak Kantin memiliki arti Lebakeun Kantin, karena bangunan yang sekarang menjadi kantor CPM itulah yang dimaksud dengan Kantin ,termasuk juga rumah sakit yang terletak di sebelahnya yang kini bernama RS. Salak (dulu RS. DKT). 
 
Rumah dan bangunan yang berjejer seperti bedeng dengan pintu gapura klasik bergaya pintu gerbang Palermo di Sizilia itulah yang disebut dengan Kantin (Sekarang adanya di Apotik Salak). Di tempat itu pada masa kolonial Hindia Belanda menjadi tempat tinggal para tentara yang bertugas menjaga Istana Gubernur Jenderal (Istana Bogor).
 
Di bawahnya terdapat kali Ciliwung dan diseberangnya adalah Kampung Sempur. Perlu juga diketahui bahwa di bagian yang disebut sebagai Lebak Kantin Kidul ada lahan kabuyutan, di situ terdapat kuburan kuno yang dahulu dikeramatkan. Kuburan itu disebut keramat Embah Letji, yang merupakan punggawa/laskar Sultan Agung tahun 1678. 
 
Disekitar kuburan tersebut dulunya ada pohon leci atau lengkeng, dari situlah sebutan Embah Letji berasal. Selain itu, ada tradisi jika ada calong pengantin atau anak laki-laki yang hendak di sunat, maka sebelum melakukan upacaranya akan selalu berziarah dahlu ke makam Embah Letji tersebut. 
 
Namun, sekarang tradisi itu sudah punah, kuburan itu tidak dikeramatkan lagi bahkan tidak dijaga. Letaknya sendiri sekarang sudah pindah tempat termasuk letak sumurnya.
Kampung Lebak Kantin tahun 1989
Di daerah ini juga terdapat sebuah kolam renang yang dibangun oleh Mr Bisch, seorang pejabat Hindia Belanda tempo dulu, kolam renang itu kemudian disebut dengan nama Bak Bisch.
Kolam renang Bak Bisch di Lebak Kantin tahun 1947
Namun jangan harap sekarang bisa berenang lagi di situ, karena sisa-sisa kolam yang ada telah dimanfaatkan menjadi kolam ikan.

Sumber: Topomini Bogor karangan Eman Soelaeman 
Foto: Tropen Museum