29 September 2016

Kantor Pos Bogor dari masa ke masa

Buitenzorg di tahun 1800 dihuni oleh banyak penduduk yang terdiri dari beragam bangsa mulai dari bangsa Eropa, Asia dan pribumi. Keberadaan orang-orang Erop itu sebagian besar adalah penganut ajaran Katolik dan Protestan, sehingga mereka menuntut dibangunkannya rumah ibadah untuk mereka yaitu Gereja.


Pada tahun 1845 didirikan sebuah gereja yang pemberkatannya berlangsung pada tanggal 13 April 1845. Gereja yang diberinama dengan Gereja Simultan/Ekumene ini berada tepat di pinggiran Grote Post weg atau Jalan Raya Pos. Gereja ini menjadi tempat beribadahnya umat Katholik dan Protestan. 


Pada tahun 1896 dengan kemampuannya sendiri umat Katholik di Buitenzorg berhasil membangun sebuah gereja baru yang terletak di  Jl Banten atau Bantammer weg (skrg Jl Kapt Muslihat), gereja tersebut bernama Gereja Katedral. Dengan adanya gereja baru tersebut otomatis umat katholik mulai meninggalkan gereja lama mereka yaitu Gereja Simultan.



63 tahun kemudian yaitu tepatnya di tahun 1920, umat Protestan mendirikan gereja mereka sendiri yang terletak tidak jauh dari kedua bangunan gereja yang sudah ada. Gereja baru tersebut mampu menampung lebih banyak jemaat yang berada di lingkungan istana Bogor. Kelak gereja tersebut dikenal dengan nama Gereja Zebaoth atau Gereja ayam. 




Setelah ditinggalkan oleh umatnya, bangunan gereja lama kemudian difungsikan menjadi Kantor Pos yang berada di bawah jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT) milik Hindia Belanda yang sebelumnya berkantor di Stasiun Bogor. 



Sampai hari ini bangunan tersebut tetap digunakan sebagai Kantor Pos Besar di Jl Juanda Bogor dan menjadi akses utama warga Kota Bogor untuk berkirim surat, dokumen dan berbagai keperluan lainnya.