Ciliwung, riwayatmu kini ...

{ advertiser here ]
KALAU saja manusia bisa mendengar, maka mereka bisa mendengar bagaimana sungai Ciliwung (Tjihaliwung) kini sedang menangis sedih, oleh karena kawasannya telah hancur berantakan oleh peradaban yang tidak beradab.
 
Sungai yang semua "herang ngagenclang", bening menyegarkan yang isinya dipenuhi oleh ikan tawes, julung-julung, arelot, benteur, paray dan udang akar, kini dirusak jadi berbusa racun deterjen yang memusnahkan satwa-satwa air dan renik dan ikan-ikan kecil yang dulu pernah berhabitat di dalamnya.
 
Padahal dahulu, apabila matahari hangat menyinari bumi, air Ciliwung menjadi obat penghilang lesunya badan dengan mandi di dalamnya. 
 
Ciliwung, Riwayatmu kini ..
 
Orang-orang Belanda yang bermukim di Batavia pun akan menggunakan dan memesan air sungai Ciliwung untuk digunakan sebagai air minum dan mandi. 
 
Tahun 1657, Ciliwung atau jika menggunakan sastra tutur bahasa Sunda Legenda dan Pantun Bogor yang disebut dengan Tjihaliwung benar-benar telah nyata sekarang keberadaan yang sebenarnya, "Manusia telah menjadi liwung", Liwung kepada jati dirinya, liwung karena dihimbas oleh kehidupan materi yang imbasnya bisa membuat hati jadi ganas, dan semua orang jadi liwung semuanya.
 
Kisah-kisah mengenai Ciliwung banyak tertulis dalam Sastra Sunda yang berupa guguritan kalimat pupuh yang didendangkan.. Namun sayang, tidak semua orang tahu rahasia Ciliwung, yang mereka tahu adalah ketika Ciliwung caah (air bah) banyak orang yang menyalahkan kepada Ciliwung ini. Apakah benar, kini semua orang telah jadi liwung dalam fikirannya... 
 
"henteu surud liwung, teuteuleuman kokojayan di Ciliwung nunjang ngidul, Siliwangi nuus di Pamoyanan" demikan bait guguritan yang menuliskan kisah tengah Pajajaran dan Ciliwung. Termasuk dalam cerita Lutung Kasarung, sungai Ciliwung juga kerap disebut-sebut. 
 
Bagian sungai Cihaliwung yang terdalam disebut Leuwi Sipatahunan (posisinya di sekitar Kebun Raya sekarang), di leuwi ini Puti Purbasari mandi dan lalayaran dengan perahunya, tapi kisah ini hanya merupakan bagian dalam cerita legenda saja yang dibuat oleh sastrawan baheula. 
 
Dalam kisah Kean Santang, diceritakan bahwa pada bagian tertentu di tebing Ciliwung ada sebuah gua panjang yang bisa tembus ke Pelabuhanratu, gua tersebut memiliki tinggi setinggi kuda tunggangan. Hal ini tentu menarik untuk dikaji lebih lanjut, apakah gua tersebut benar-benar ada?
 
Tak kalah hebohnya adalah cerita-cerita mistis yang menarik perhatian para ahli supranatural dan kebatinan. Menurut cerita yang sudah lama beredar, konon di dalam Leuwi Sipatahunan ada sebuah mutiara atau batu permata baiduri/batu mirah yang kadang jika "kawenehan" akan memancarkan cahaya yang indah. 
 
Batu permata tersebut adalah milik Putri Purbasari yang hilang ketika mandi bersama putri-putri lainnya di sungai tersebut. Sampai kini, belum ada orang yang mengaku telah mendapatkan batu permata tersebut. 
 
Kisah dan legenda maupun cerita-cerita misteri seputar Cihaliwung ini akan terus berlanjut dan akan menjadi liwung bagi orang yang mendambakan kebenarannya. Bisa jadi kepercayaan tersebut meurpakan sebuah 'siloka' yang akan terus berlanjut seperti mengalirnya arus Ciliwung sampai akhir jaman. 

0 Komentar untuk "Ciliwung, riwayatmu kini ..."

Back To Top